Kisah perjalanan kami hari ini diawali dengan "Solusi Mendaki Saat Cuaca Buruk." Dan saat ini tengah musim penghujan. Semoga informasi yang kami bagikan dapat bermanfaat buatmu yang sedang berencana nanjak saat cuaca sedang tidak bersahabat. Sharing ini juga akan sangat bermanfaat bagi rekan-rekan pendaki pemula.
Mari kita simak satu per satu..
Dasar Persiapan Awal Mendaki Saat Cuaca Buruk
"Ketika kita melakukan pendakian, ada baiknya selalu siapkan fisik dan peralatan safety. Karena ketika di gunung, kita tidak akan tau apa yang akan terjadi ketika perjalanan terutama untuk cuaca. Dan yang akan melakukan pendakian seperti cuaca saat ini.
Hal-hal yang bisa terjadi karena cuaca buruk saat mendaki gunung adalah sebagai berikut:
- Menimbulkan kepanikan, terutama jika pendaki masih pemula, mental belum terlatih, perlengkapan tidak memadai, dan tidak kenal medan.
- Disorientasi; cuaca buruk yang datang akan membuat pendaki kehilangan kendali. Tentu saja jika pendaki mengalami disorientasi maka keputusan-keputusan yang diambil oleh pendaki bisa berakibat fatal. Misal kabut tebal yang datang tiba-tiba akan membuat jarak pandang terbatas dan pendaki bisa tersesat bahkan masuk jurang.
- Hipotermia; cuaca yang buruk seperti hujan lebat berpotensi menimbulkan hipotermia bagi pendaki. Hipotermia yang terjadi saat cuaca buruk akan menambah kepanikan dan berujung pada penanganan yang kurang tepat, tidak sedikit pendaki yang kehilangan nyawa karena terkena hipotermia.
- Cedera; perlengkapan yang tidak memadai misalnya sepatu yang tidak standard, pakaian yang tidak semestinya akan menimbulkan cedera bagi pemakainya saat terjadi cuaca yang ekstrim.
- Membawa peralatan sesuai standar keselamatan. Contohnya: gunakan sepatu trekking yang melindungi mata kaki dan sol yang mampu mencenkeram tanah, tenda untuk perlindungan, pakaian yang cepat kering dan ringan, peralatan memasak yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghangatkan badan, dan pisau untuk keadaan survival.
- Manfaatkan prakiraan cuaca yang bisa diakses di BMKG atau info dari sosmed. Pelajari juga cuaca yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
- Sebelum melakukan perjalanan pastikan bahwa medan yang akan dilalui sudah dikenali. Jika belum kenal medan maka ajak orang yang sudah kenal medan, atau lengkapi diri dengan peralatan navigasi.
- Jangan melanggar peraturan lokal yang berlaku di tempat tersebut.
- Jangan melakukan perjalanan sendirian, ajak teman lain dan jangan terpisah dari rombongan.
Jika cuaca buruk terjadi maka yang harus dilakukan adalah:
- Biasanya cuaca buruk di gunung akan didahului oleh tanda-tanda alam seperti mendung tebal, gluduk, dan perilaku hewan. Misal, burung-burung yang tiba-tiba menghilang atau tidak bersuara. Jika sudah terjadi hal tersebut maka segera cari tempat yang aman.
- Dirikan tenda atau buat perlindungan dan segera istirahat.
- Pastikan bahwa tempat perlindungan aman. Jangan beristirahat di bawah pohon yang rapuh atau di bawah tebing yang rawan longsor, atau di daerah aliran air, atau di daerah lintasan hewan.
- Jika cuaca buruk tiba-tiba datang dan belum sempat membuat perlindungan misal kabut tebal, maka lebih baik berhenti sambil melakukan observasi, jangan panik, dan setelah memperoleh tempat yang baik segera membuat tempat perlindungan.
- Sebaiknya jas hujan/ponco diletakkan di tempat yang mudah diambil sehingga ketika hujan lebat datang tiba-tiba bisa digunakan secara cepat untuk melindungi diri sambil menunggu mendirikan tenda/tempat perlindungan.
- Jika tidak mungkin untuk mendirikan tenda dan cuaca semakin buruk maka pilihan terbaik adalah kembali pulang melalui jalan yang sudah dikenali.
Keselamatan yang paling utama. Jangan melawan alam dan kendalikan diri saat cuaca buruk."
Takut Saat Tiba-tiba Sakit Saat Nanjak
"Pengalaman aku, desember kemarin ke prau, dari pos 3 nerjang kabut badai, sampai akhirnya sampai Puncak, dan mendirikan tenda, ganti, makan, pas malem aku ngerasain badan ku panas tp menggigil, udah panik gejala hipo, berdoa terus dalam hati, sampe akhirnya temenku ngasih aku obat paracetamol sama obat satu nya itu aku gak tau apa namanya, dua obat itu aku minum, berapa menit kemudian aku keringetan, tp masih mengigil, akhirnya aku tidur, sekitar 15 menit terbangun, badanku mendingan enakan, cuma masih sedikit mengigil."
Tidak Perlu Mendaki Jika Kondisi Buruk
"Cuaca buruk. Kalo mendaki harus siap mantel sebelum mendaki. Setuju banget kalo mantel harus disimpen di tempat yg mudah dijangkau. Aku selalu taruh mantel dibagian paling atas keril biar gampang ambilnya. Pokoknya yang kira2nya sering dipake ditaronya di atas.
Untuk menghindari cuaca buruk juga bisa dilakukan observasi dulu sebelum mendaki. Liat dulu cuacanya. Kalo memang cuaca tidak mendukung jangan maksain. Toh waktu masih banyak. Alih2 mau nambah stok dp atau postingan ig; eh malah sengsara di gunung, kan ga lucu ya hehe.
Yang lainnya adalah hypotermia. Aku biasa hidup di daerah panas dan harus berada di tempat yang dingin seperti gunung. Biar ga kedinginan, aku sih biasanya ga berhenti lama2. Karena kalo berenti lama2 nanti dingin. Mending dibawa jalan biar suhu tubuh meningkat.
Pernah juga sih ada temen hipo. Itu kita langsung rebus air masukin botol dan dimasukin sleeping bag. Terus aku sempet yang peluk temenku yang hipo itu sih. Kalo orang hipo pake pakaian basah, segera ganti.."
Perbanyak Persiapan Logistic
"Untuk persiapan fisik emang perlu banget yak sebelum nanjak. Apalagi cuaca buruk pasti butuh tenaga ekstra. Aku sendiri kalo udah mau nanjak biasanya selalu rutin jogging biar kakinya kuat + nafasnya bisa agak enak & bisa diatur pas naik.
Nah, aku pernah pas ke Sumbing, lagi istirahat terus tiba tiba hujan + angin. Karena kondisinya masih lagi ngetrack & belum sampe tempat datar, jadi aku & temen temen cuma pake flysheet buat nutupin kita + badan kita dari hujan. Sambil flysheet-nya ditaliin.
Semenjak sampe di terminal emang udah khawatir sama cuaca, karena orang terminal bilang kalo beberapa hari belakang ini ujan terus, sampe ada yang mau ke Prau 1 hari juga akhirnya balik lagi pulang. Karena cuaca yang ngga menentu ini kita juga ngga yakin bisa cepet sampe ke puncak. Jadi kita juga mensiasatinya dengan melebihkan persediaan logistik.
Eh bener aja. Rencana 2 malem, karena ujan yang tak kunjung berhenti abis muncak akhirnya kita extend 1 malem lagi. Meskipun cape fisik + ditambah hujan, kita masih punya logistik buat mulihin badan kita. Jadi kita masih bisa stay di atas dengan logistik mencukupi, tanpa harus memaksa turun dengan kondisi badan cape + cuaca buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar